Senin, 17 Oktober 2011

KARAKTERISTIK PENDIDIK PROFESIONAL


PENDAHULUAN

Keberhasilan pendidik tergantung pada banyak faktor, namun yang terpenting di antara faktor-faktor tersebut adalah sumber daya potensial guru yang sarat nilai moral dalam melakukan transformasi ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.
Guru dituntut memiliki kualitas ketika menyajikan bahan pengajaran kepada subjek didik, kualitas seorang guru itu dapat diukur dari moralitas, bijaksana, sabar dan menguasai bahan pelajaran  ketika beradaptasi dengan subjek didik. Sejumlah faktor itu membuat dirinya mampu menghadapi masalah-masalah sulit, tidak mudah frustasi, dan tidak destruktif.
Pendidik yang profesional adalah pendidik yang mampu memanifestasikan seperangkat fungsi dan tugas keguruan dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaan yang mampu mengembangkan kekaryaannya itu secara ilmiah. Tidak hanya itu, pendidik yang profesional adalah pendidik yang memiliki kecakapan dalam manajemen kelas dalam rangka proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

PEMBAHASAN

A.     Karakteristik Pendidik Profesional
Seorang guru mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan anak didik. Dia tidak hanya dituntut mampu melakukan transformasi seperangkat ilmu (psychomotoric domain), akan tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk mengejawatkan hal-hal yang berhubungan dengan sikap (effective domain).[1]
Oleh karena itu pendidik profesional yang bisa menciptakan situasi aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pendidik yang profesional diyakini mampu mengantarkan peserta didik dalam pembelajaran untuk menemukan, mengelola dan memadukan perolehannya, dan memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan nilai maupun keterampilan hidupnya, pendidik yang profesional juga diyakini mampu memungkinkan peserta didik berpikir, bersikap dan bertindak kreatif.
Telaah di atas eksistensi pendidik serta peningkatan karakter dalam literatur pendidikan menyatakan bahwa pendidik harus memiliki karakteristik profesional, yaitu : 
1.      Komitmen terhadap profesionalitas yang melekat pada dirinya sikap dedikatif, komitmen terhadap mutu proses hasil kerja (produk), dan sikap continuous improvement (improvisasi berkelanjutan).
2.      Menguasai dan mampu mengembangkan serta menjelaskan fungsi ilmu dalam kehidupan, mampu menjelaskan dimensi teoritis dan praktisnya. Dengan kata lain mampu melakukan transformasi, internalisasi, dan implementasi ilmu kepada peserta didik.
3.      Mendidik dan menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan berkreasi, mengatur dan memelihara hasil kreasinya supaya tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masyarakat dan lingkungannya.
4.      Mampu menjadikan dirinya sebagai model dan pusat anutan (centre of self identification) dan teladan bagi peserta didiknya.
5.      Mampu bertanggung jawab dalam membangun peradaban di masa depan (civilization of the future).[2]
Ü     Adapun karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang berlandaskan pada pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an, antara lain  adalah : 
1.      Memiliki moral.
Yaitu berakhlak mulia, dan memiliki budi pekerti, perangai tingkah laku atau tabiat yang baik sebagai, contoh untuk anak-anak didiknya.
2.      Mengedapankan kepalsuan ilusi.
Mau berjiwa besar serta mengakui kesalahan yang ada dan tidak melakukan pembenaran terhadap kesalahan dengan mengutamakan kebenaran baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.
3.      Mampu menjauhi kepalsuan ilusi :
4.      Menyembuh Tuhan.
Yaitu beragama dan percaya adanya Tuhan.
5.      Bijaksana
Karakteristik tertentu dari suatu sikap atau perilaku seorang pendidik dalam mendidik.
6.      Menyadari
Hendaklah seorang pendidik menyadari bahwa dirinya adalah contoh bagi anak-anak didiknya, dan menyadari setiap kekurangan yang ada pada dirinya untuk dapat berubah menjadi seorang pendidik yang lebih baik.
7.      Mengambil pengalaman
Seorang pendidik hendaklah bisa mengambil hikmah dari pengalaman-pengalaman ia saat mengajar, agar bisa jadi pedoman untuk memperbaiki setiap kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi. [3]

B.     Reaktualisasi Profil Seorang Guru yang Ideal
Ukuran ideal seorang guru sangat tergantung pada kemampuan dan pengalaman intelektualitasnya. Guru harus memiliki “skill labour” sehingga mampu menyesuaikan dengan subjek didik. Tidak cukup hanya itu saja, bahkan guru dituntut harus memiliki akhlak yang baik serta memiliki ilmu dan memiliki keutamaan dalam semua gerak-geraknya.
Ü     Guru yang bagaimanakah yang bisa dianggap sebagai pendidik yang memenuhi syarat ? yaitu guru yang mempunyai kompetensi sebagai berikut :
1.      Kompetensi idealisme
Selain memotivasi jauh ke depan, seorang guru harus punya keterkaitan pada agama falsafah bangsa, serta idealisme.
2.      Kompetensi akademis
Maksudnya ilmu yang akan diberikan harus dikuasai secara mendetail dan luas. Seorang guru harus mampu mentransfer dan menstrans-formasikan pengetahuannya kepada anak didik.
3.      Kompetensi profesional  
Mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau pendidik yang profesional.
4.      Kompetensi kepribadian
Seorang guru harus stabil, yang merasa dirinya gambira, bersemangat, positif, partisipatif dan tidak pengeluh.
5.      Kompetensi sosial
Guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial yang berada diantara masyarakat, pemerintah dan harapan orang tua serta anak-anak.
Dari kelima kompetensi tersebut di atas sebenarnya sudah ada pada setiap individu akan tetapi presentasinya berbeda-beda.[4]

KESIMPULAN

Guru adalah manusia biasa dan sebagai manusia biasa dalam melaksanakan peran sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didik dalam pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar) mereka memilik karakter tersendiri.
Dan sebagai penduduk tugas ini merupakan suatu pekerjaan yang berat dan sulit dicapai oleh seseorang apabila ia tidak mempunyai karakter pendidik. Seorang pendidik mempunyai sifat-sifat teruji dan mampu menyesuaikan diri baik dengan peserta didik maupun dengan masyarakat, sikap serta inilah berangkali yang diketengahkan al-qur’an dengan ungkap ulul al-Bab.
Profesionalisme pendidik merupakan kunci pokok kelancaran dan kesuksesan proses pembelajaran di lembaga pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA


www.wikimu.com/news/display news.aspx?id=6068. diakses 19/04/2010.

Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan, Insania, Vol. 12, No. 1







[1] www/acehinetitute.org/opini_muliadi_kediri_karakter_guru.html_ftn6.
[2] Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan, insenia.Vol. 12. No. 1, Jam-Apr 2007.
[4] www.wikimu.com/news/display news.dspx?id=6068.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar